Bob,yang lulus SMA tahun 1953 itu mengkritik keras kecenderungan para orang tua yang malas mendidik anak-anak mereka.Para orang tua itu melepas tanggungjawab mendidik anak dan seenaknya membebankan tugas itu pada sekolahan.Akhirnya ,sering mereka melaksanakan kehendak pada anak mereka dalam hal memilih jenis pendidikan.Padahal,kata pengusaha gaek yang pernah ikut-ikutan temannya kuliah di Fakultas hukum UI ini,semua anak bebas menentukan pilihan.Namun itulah egoisnya orang tua.Tanpa sadar mereka para orang tua sedang memperkosa pikiran anak-anak mereka.
Bagi Bob,keteladanan sangat bermakna untuk membangun mental seseorang."Bukan dengan memicu dan memacu,karena banyak orang yang tidak mau dipicu dan dipacu",Tegas Bob,Ia mengaku sangat keras mendidik anak nya,tetapi ia juga memberi pilihan sebebas-bebasnya.Disiplin harus di ditegakkan,tapi kemandirian harus ditumbuhkan.Itulah semangat Bob dalam pemerkasa di kemchicks Group,yang telah dianggapnya sebagai anak-anak sendiri.
Teramat sayang jika seseorang hanya mengingat Bob sadino sebagai pengusaha yang nyentrik,yang kemana-mana hanya mengenakan calana pendek.Makin digali,makain ketemulah sosoknya sebagai master kehidupan.Bahasanya bernuasa sufustuk.Ungkapan-ungkapan yang sederhana,lugas dan kadang vokatif namun kaya akan makna,menjadikan ia bak seorang "Guru zen"dalam hal bisnis.
"Saya ini adalah seperti gitar tua diatas meja.Apakah saya bisa mengalunkan irama yang indah atau buruk,tergantung siapa yang memetiknya"itulah ungkapan Bob saat di desak agar mengeluarkan semua ilmu yang dia miliki.Atau kalau pikiran ini kita umpamakan sebuah cangkir teh,maka kita tak bakalan pernah bisa mengenal "tehnya"Bob sadino,jika kita tidak mengosongkan cangkir itu.
Nah kisah diatas mungkin bisa memberi motifasi bagi anda dalam melangkah ...ok sekian dulu ya posting saya ini semoga bermanfaat ....tetep semangat dan jaga terus kesehatan hi...hi....keep smile...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar